Terapi Telinga & Ear Candle

Minggu, 02 Februari 2020

Terapi lilin telinga (Ear Candle & Ear Therapy) berasal dari suku Indian, penduduk orisinil Amerika. Lilin telinga terbuat dari sarang tawon dengan linen nilai tinggi. Lilin telinga ini tak sama dengan lilin yang dikenal sehari-hari, yang terbuat dari parafin. Panjang lilin telinga 30 sentimeter dan berongga. Hingga sekarang hanya terdapat dua ukuran rongga, yakni 5/8 inci yang dipakai untuk terapi orang dewasa dan ukuran rongga 1/2 inci untuk anak-anak. Bahan terapi ini diimpor dari Amerika Serikat. Bentuknya meruncing dan diberbagi tatakan bulat yang terbuat dari karton yang dilapisi alumunium foil, saat lilin itu dibakar(klik Ear Candle Indonesia).

Terapi Telinga & Ear Candle

Terapi (Ear Candle & Ear Therapy) dengan memakai lilin ini sangat berguna bagi kesehatan, terutama pendengaran, dan dapat juga menyembuhkan sejumlah penyakit. Dari kurang lebih 5.600 pasien yang datang sejak pertengahan 2004 hingga saat ini, diketahui terapi telinga dapat menyembuhkan penderita tuli, sekaligus mempertajam pendengaran, vertigo (sakit kepala yang berputar-putar), migrain (sakit kepala sebelah), menanggulangi infeksi telinga tengah (otitis media), penyakit telinga berupa nanah kuning kental berbau basi (congek), tinitus (telinga yang berdengung), sinusitis (infeksi di rongga hidung), dan tidak bisa tidur (penyakit susah tidur).

Sebelum diterapi pada Ear Candle Indonesia, telinga pasien diperiksa dengan alat bernama otoskop. Dengan alat ini dapat diketahui apakah di gendang telinga telah menempel jamur, ada bisul alias radang, alias ada kotoran yang mengeras. Kalau di gendang telinga hanya ada jamur, bisul, alias radang, pasien dapat langsung diterapi.

Namun kalau ada kotoran yang keras, ditetesi obat untuk melunakkannya, lalu diangkat, kemudian baru diterapi dengan Ear Wax Candle & Ear Candle Therapy. Saat diterapi, pasien tidur dalam posisi miring-tegak lurus. Lalu, tahap lilin yang runcing (bagian ujung) dimasukkan ke celah telinga dan tahap pangkalnya dibakar.
Share on :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. bibliotropic.net.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Powered by Blogger.
Creative Commons License